![]() |
Finally aku punya kesempatan untuk bisa menuliskan pengalaman liburanku tahun ini yang baru saja aku laksanakan 2 minggu yang lalu dari tanggal 4 sd 17 Oktober 2018. Aku bersyukur sekali karena Allah memberikan aku dan suami rejeki dan kesempatan liburan ini sehingga kami bisa refresh sejenak dari pekerjaan dan aktivitas selama setahun ini. Selain itu, liburan tahunan juga merupakan satu-satunya cara (untuk saat ini) agar kami sekeluarga bisa berkumpul selama 24 jam. Yah karena aku dan suami memang sekarang tinggal dibeda kota, aku di Jakarta dan suamiku di Suralaya dan hanya bisa bertemu selama seminggu sekali. Jadi moment liburan merupakan moment yang berharga sekali, terutama untuk Aura dan pappinya.
![]() |
| Together in front of Tower Bridge London |
Sama seperti sebelumnya, aku tidak menggunakan jasa tour & travel untuk mengurus semua persiapan perjalanan ini karena aku lebih suka mengurus semuanya sendiri. Walaupun memang banyak persiapan dan riset yang harus dilakukan. Dengan banyaknya artikel dan tulisan tentang travelling saat ini merencakan liburan sendiri bukan menjadi hal yang mustahil dilakukan. Selain itu melakukan perjalanan sendiri akan lebih flexible karena aku bisa menentukan semua hal sendiri termasuk itenary liburan, akomodasi dan jadwal saat traveling. Aku dan suami termasuk turis yang cukup "santai" ketika melakukan suatu perjalanan. Dan menurutku untuk bepergian dengan toddler lebih cocok tidak berada dalam rombongan karena kecepatan perjalanan kami pasti berbeda dengan orang lain yang bepergian tanpa anak.
Aku dan suami memang sudah memiliki pembagian tugas dan memiliki peran masing-masing dalam kegiatan liburan. Aku lebih berperan dalam perencanaan dan riset untuk mendesain dan persiapan seluruh kebutuhan sebelum liburan, dan suamiku, pappi Aura lebih mengambil peran selama perjalanan seperti Ketua Pelaksana. Hehehehe, jadi sesuai pembagian tugas ini aku yang melakukan persiapan mulai dari pencarian tiket sd mempersiapkan semua kebutuhan keberangkatan.
Sebenarnya keputusan aku untuk memilih London - Europe sebagai negara tujuan liburan kali setengahnya adalah kebetulan. Aku memang selalu ingin mengunjungi London, tapi aku terfikir untuk kembali ke Switzerland karena aku masih sangat penasaran dengan negara tsb. Tahun lalu aku mengunjungi Swiss dibulan November dan ternyata sudah mulai banyak turun hujan dibulan tersebut. Sehingga rasanya masih sangat ingin kembali kesana untuk melihat keindahan Swiss. Namun, London tetap menjadi impian utamaku, negara yang sangat ingin aku kunjungi.
Memang sudah menjadi jalan dari Allah, aku melihat adanya iklam promo Qatar Airways untuk penerbangan :
Jakarta - London, Zurich - Singapore
dengan harga tiket sebesar 5,7 juta saja PP. Aku pun langsung meminta ijin suami untuk membeli tiket ini. Setelah diijinkan suami tentu hal yang harus dipastikan sebelum membeli tiket liburan adalah Ijin CUTI. Yes,, bagi kamu yang menjadi pekerja, cuti dari atasan itu keharusan sebelum membeli tiket karena perjalanan ini tidak adakn mungkin hanya 2-3 hari. Alhamdulillah, setelah mendapat persetujuan akhirnya aku membeli tiket untuk keberangkatan 4-16 Oktober 2018. Tanggal tsb dipilih sesuai dengan promo yang ada. Waah,,, durasi ini lebih lama dari liburan kami tahun lalu. Oh iya untuk tiket promo seperti ini tidak akan berlaku tarif khusus untuk tiket anak atau infant sehingga biaya tiket untuk aku, suami dan Aura ya tinggal dikali 3 orang dari harga tiket per orangnya. Tapi tetap saja ini masih lebih murah dibanding tiket liburan kami tahun lalu dengan kelas yang sama untuk rute Jakarta - Amsterdam , Milan - Jakarta yaitu 13 juta/org. Untuk perjalanan dari Singapore - Jakarta, aku membeli tiket pesawat dari Air Asia supaya lebih hemat.
Setelah dilakukan penyesuaian antara tiket yang dibeli serta itenary yang diinginkan, akhirnya aku menyusun rute liburanku menjadi :
Jakarta - London - Edinburgh - Paris - Zurich - Lauterbrunen - Zurich - Singapore - Jakarta
![]() |
| Aura asik sekali makan lolipop di depan menara Eiffel |
BUDGET LIBURAN
Penentuan besar budget liburan pastinya akan berbeda setiap orang tergantung kemampuan masing-masing. Selain itu style perjalanan juga akan mempengaruhi budget yang dibuat. Aku dan suami termasuk tipe backpacker versi family, hehehe jadi budget kami pun akan menyesuaikan hal tersebut. Sebagai gambaran liburan ke Eropa dengan tour & travel yang termurah bisa dibeli dengan harga 25-30 juta per org. Nah kadang pertanyaan yang muncul adalah apabila pergi sendiri apakah budget yang dipersiapkan bisa lebih murah atau lebih mahal? Hal ini juga akan kembali ke masing-masing orang. Kalau aku, pergi sendiri tanpa tour malah menghabiskan dana lebih mahal ketimbang ikut dengan tour & travel. Tapi lagi-lagi menurutku pergi sendiri lebih memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga untuk kami.
Aku menentukan budget perjalanan dalam beberapa kategori yaitu:
| Penginapan (Hotel + Airbnb) | 19% |
| Transportasi (tiket pesawat, kereta antar negara, tiket kereta lokal) | 27% |
| Akomodasi selama perjalanan (makan dll) | 14% |
| Pengurusan dokumen | 7% |
| Enterteinment + Photograpy | 9% |
| Shopping | 16% |
| Persiapan keberangkatan | 9% |
| TOTAL | 100% |
AKOMODASI PENGINAPAN
Pemilihan akomodasi penginapan yang aku pilih untuk liburan ini ditetapkan dengan kriteria utama yaitu lokasi yang mudah diakses dan dekat dengan transportasi umum. Selanjutnya pemilihan hotel akan aku sesuaikan dengan kebutuhan dan harga yang tentunya sesuai dengan budget ku. Nah untuk pemesanan akomodasi penginapan aku mengkombinasikan pemesanan di booking.com (untuk hotel), Air BNB dan di website hotel secara langsung. Sebenarnya aku melakukan 2 kali proses pemesanan hotel yaitu untuk kebutuhan visa dan untuk yang menjadi tempat tinggalku selama liburan. Kenapa begitu? karena awal proses pemesanan hotel aku memilih semua opsi hotel yang dapat di cancel. Pengalamanku tahun lalu memberiku pelajaran bahwa apapun bisa terjadi sehingga kita harus se-flexible mungkin mempersiapkan perencanaan. Setelah visa didapatkan aku mulai mengganti seluruh opsi hotel yang aku telah pesan menjadi Non refundable karena biasanya harganya bisa lebih murah.
Untuk rekomendasi hotel yang akhirnya aku gunakan selama liburan adalah :
LONDON --> WESTBURY HOTEL (***)
![]() |
| Foto saat baru saja sampai di hotel dari Bandara Heathrow |
EDINBURGH -- > JURY INN EDINBURGH HOTEL(***)
Dengan alasan utama seperti pemilihan hotel lainnya, hotel Jury Inn aku pilih karena letaknya yang luar biasa dekat dengan stasiun kereta api Edinburgh Waverley. Hanya ditempuh dengan berjalan 5 menit saja. Hotel ini adalah satu-satunya hotel yang paling mewah dari seluruh akomodasi yang aku pesan karena fasilitas yang ada sama dengan hotel bintang 3 di Jakarta. Luas kamar (18m2), kasur dan kamar mandi yang tersedia bathtub yang menjadi nilai plus buatku dalam memilih hotel ini. Selain itu ini adalah salah satu hotel yang menyediakan lift karena banyak hotel di Edinburgh tidak tersedia fasilitas lift. Selain lokasi yang berdekatan dengan stasiun kereta api, lokasi hotel ini juga berdeketan dengan Edinbugh Old Town yang ramai. Restorant halal, toko souvenir dan objek wisata lainnya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk kisaran harga hotel ini per malam (non refundable) : Rp 1,9-2 juta per malam. Aku melakukan pemesanan hotel ini melalui website booking.com
PARIS --> Air BNB
| Aura nyaman duduk di sofa dalam apartemen di Paris |
ZURICH : EASYHOTEL ZURICH(**)
Aku memilih hotel ini dengan pertimbangan utama yaitu HARGA, karena hotel ini yang paling affordable diantara hotel lainnya disekitaran Zurich. Lokasi hotel ini memang tidak sedekat hotel-hotel lainnya dari stasiun Zurich HB namun dengan kemudahan transportasi di Zurich seperti bus menjadi faktor pendukung memilih hotel ini. Hotel ini bisa di akses menggunakan bus dari stasiun Zurich HB (hanya 3 pemberhentian). Yang perlu diingat, hotel ini merupakan budget dengan sistem self service hotel jadi tidak ada resepsionis yang menunggu 24 jam di front desk (meskipun saat aku kesana ada 1 orang petugas hotel yang membantu proses check in), non refundable, tidak terdapat lift (ada hanya untuk barang), keyless room (kunci kamar dibuka menggunakan kode pin) Karena hotel ini adalah budget hotel, fasilitas yang disediakan juga sangat minimalis dan tidak akan se-flexible hotel lainnya. Misalnya early check in akan membuat kamu membayar uang tambahan sebesar 20 CHF, menitip koper dapat dilakukan kalau membayar 5 CHF, kamar tidak dibersihkan setiap hari dan tidak ada fasilitas untuk membuat teh/kopi. Namun, kalau hanya digunakan untuk tidur di malam hari hotel ini cukup worth the price. Satu hal yang kurang nyaman adalah bantalnya. Kisaran harga per malam : Rp 1,7 -1,8 jt per malam (sebagai perbandingan kisaran hotel lainnya di sekitar Zurich HB adalah Rp 2,5 - 3,5 jt per malam). Aku melakukan pemesanan hotel ini melalui booking.com
LAUTERBRUNNEN: HOTEL OBERLAND(***)
![]() |
| Gedung utama Hotel Oberland |
![]() |
| Gedung Crystal tempat aku menginap, berada di depan gedung Hotel Oberland |
Sebenarnya keputusan pergi di kota ini baru aku ambil di akhir mendekati tanggal keberangkatan dan aku sudah terlanjur memesan hotel di Zurich. Tapi karena keinginan besar mengunjungi kota ini walau hanya sehari, akhirnya aku memutuskan untuk menyewa hotel lagi di kota Lauterbrunnen. Sehingga ada 1 malam dimana aku menyewa 2 hotel di Zurich dan Lauterbrunnen. Agar lebih praktis aku memutuskan meninggalkan seluruh koper di Zurich dan membawa backpack ke kota Lauterbrunnen. Dengan bawaan minimalis aku memilih memesan hotel dengan fasilitas terlengkap di kota Lauterbrunnen yaitu Hotel Oberland. Namun harga hotel ini tergolong lebih mahal dari hotel lainnya tapi dari review yang aku baca, rata-rata tamu yang menginap disini sangatlah puas. Dan ternyata memang benar, dari luas kamar, letak hotel dan kerahaman dari pemilik hotel sangat luar biasa. Bahkan pemilik hotel memberikan informasi/masukan tentang tujuan wisata yang bisa kita kunjungi selama di kota tsb. Restorant hotel Oberland juga merupakan salah satu resto yang paling ramai dikunjungi turis karena terkenal dengan rasanya yang enak. Kekurangannya adalah harga untuk makan malam berdua di resto ini cukup mahal (kalau di kurs ke rupiah ya). Aku memilih tipe kamar Crystal Family Room yang cukup luas dan terdapat 5 bed, kamar mandi pun luas dengan fasilitas bathtub. Posisi apartement berada di gedung terpisah didepan hotel dan tersedia lift untuk tamu. Hotel bisa di akses dengan berjalan kaki selama 5 menit dari stasiun kereta api Lauterbrunnen. Harga per malam di hotel ini adalah Rp 2,7 jt per malam. Aku melakukan pemesanan secara langsung di website Hotel Oberland
AKOMODASI TRANSPORTASI
![]() |
| Economy Class Qatar Airways |
![]() |
| Aura tidur selama diperjalanan malam Jakarta - Qatar |
Pemilihan mode transportasi aku sesuaikan dengan itenary yang telah disusun. Transporasi yang aku gunakan antara lain :
JAKARTA - LONDON, ZURICH - SINGAPORE : Pesawat
Seperti yang aku sebutkan sebelumnya untuk tiket pesawat terbang aku beli saat ada promo dari Qatar Airways melalui @promotrip Promo dari Qatar Airways ini memang sudah aku incar sejak tau bahwa setiap tahun Qatar Airways akan mengeluarkan promo semacam ini seperti yang telah aku bahas dalam postingan sebelumnya. Harga tiket pesawat Qatar Airways sekitar Rp 5,7 jt per org.
SINGAPORE - JAKARTA : Pesawat
Dalam penerbangan ini aku memilih maskapai penerbangan Air Asia. Tiket penerbangan dengan Air Asia ini tidak dilengkapi oleh bagasi tambahan (hanya hand carry sebanyak 7 kg) sehingga aku harus membeli tambahan bagasi masing-masing 30 kg untuk tiketku dan suamii. Untuk tiket Aura sendiri tidak aku tambah dengan bagasi karena aku hanya membawa 2 koper besar. Harga tiket pesawat Air Asia sekitar Rp 700 rb (ratas per org setelah ditambah bagasi tambahan).
LONDON - EDINBURGH (PP): Kereta
Aku memilih transportasi menggunakan kereta untuk perjalanan dari kota London ke Edinburgh. Perjalanan dari London ke Edinburgh menggunakan kereta Virgin Train dengan durasi waktu tempuh yang cukup lama yaitu 4,5 jam. Sebenarnya kamu bisa menggunakan alternatif lain seperti pesawat terbang, namun yang perlu diketahui lokasi airport tidak berada di tengah-tengah kota London sehingga waktu tempuh ke airport menjadi salah satu pertimbanganku tidak memilih pesawat. Detail perjalananku sbb :
London King Cross - Edinburgh Waverley (08.00 - 12.18)
Edinburgh Waverley - London King Cross (07.30 - 11.49)
Dari pengalamanku durasi perjalanan ini tidak benar-benar sesuai schedule diatas tapi molor sekitar 15 menit. So,, pertimbangkan hal tsb apabila kamu akan melanjutkan perjalanan dengan kerela lain. Harga kereta menuju Edinburgh ini sekitar Rp 1,4 juta pp / orang (kelas 2). Aku memesan tiket kereta melalui website Virgin Train UK.
LONDON - PARIS : Kereta
Seperti aku sebutkan sebelumnya aku menggunakan transportasi kereta dalam perjalanan dari kota Edinburgh ke London. Karena pada hari tsb juga merupakan jadwalku menuju kota Paris, maka perjalanan aku teruskan menggunakan kereta. Kereta dari London ke Paris menggunakan kereta Eurostar. Karena merupakan perjalanan antar negara, proses keberangkatan ke Paris agak berbeda dengan kereta menuju Edinburgh. Stasiun keberangkatannya adalah London St. Pancras Internasional yang letaknya ada di seberang stasiun London King Cross. Proses check in dll mirip ketika kita berangkat ke luar negri menggunakan pesawat, jadi akan melewati pemeriksaan x-ray untuk barang dan ada proses imigrasi. Sesuaikanlah jam kedatangan untuk melalui proses tsb. Detail perjalananku sbb :
London St Pancras - Paris Gare du Nord (13.31-16.47)
Perjalanan dari London ke Paris ditempuh dalam waktu 2 jam 37 menit. Aku memilih kereta standart seat kelas 2. Seat ini sudah cukup nyaman buatku karena setara dengan kursi eksekutif kereta api di Indonesia. Untuk toddler seperti Aura tidak perlu membayar tiket namun harus duduk bersama dengan orang tua. Harga kereta menuju Paris berkisar Rp 850 rb /orang one way. Aku memesan tiket kereta menggunakan website Eurostar.
PARIS - ZURICH : Kereta
Bisa dibilang kereta merupakan transportasi ternyaman buatku sehingga untuk perjalanan dari kota Paris ke Zurich juga aku pilih menggunakan kereta, padahal durasi perjalanan juga tidak sebentar yaitu 4 jam. Hampir sama dengan waktu tempuh ke kota Edinburgh dari London. Secara umum pertimbanganku memilih kereta untuk transportasi antar negara di UK dan Eropa adalah
- Lokasi Airport yang didalam kota dan mudah di akses
- Tidak perlu datang terlalu awal untuk check in / boarding
- Harga yang masih affordable
- Waktu tempuh maksimal 5 jam (masih acceptable)
- Tidak ada batas berat bagasi
Paris Gare de Lyon - Zurich HB : 7.23 - 11.26
Perjalanan tersebut ditempuh menggunakan kereta cepat TGV - Lyra. Khusus untuk perjalanan ini aku membeli 3 tiket, karena ternyata Aura harus membeli tiket sendiri dan mendapatkan kursi sendiri selama perjalanan. Kondisi kereta kurang lebih sama dengan kereta lainnya karna aku juga mengambil tiket kelas 2. Harga kisaran kereta menuju Zurich : Rp 600 rb /org one way. Aku memesan tiket melalui website Trainline.
Transportasi Switzerland : 3 DAYS SWISS TRAVEL PASS
| Kereta antar kota di Swiss |
| Heading to Interlaken |
Swiss Travel Pass merupakan all in one ticket for Switzerland khusus Turis yang mencakup transportasi menggunakan kereta, transportasi darat maupun kapal yang bisa digunakan di seluruh wilayah Switzerland. Selain bisa digunakan sebagai tiket transportasi, banyak keuntungan lain yang didapatkan ketika menggunakan Swiss Travel Pass antara lain :
- Gratis tiket perjalanan kereta, bus dan kapal
- Gratis tiket kereta panorama premium
- Gratis menggunakan transportasi umum urban area di seluruh Swiss misalnya bus dalam kota, tram dll.
- Gratis tiket masuk di lebih dari 500 museum di Swiss
- Gratis tiket wisata gunung yaitu Mt. Rigi, Schilthorn dan Stanserhorn (SANGAT OKE BANGET !!!!!)
- Diskon sampai dengan 50 % di berbagai wisata gunung lainnya misalnya Mt Titlis, Jungfraujoch
- Anak usia 6 sd 16 yang berpergian dengan salah satu orang tua yang membeli Swiss Travel Pass akan mendapatkan benefit berupa Swiss Family Card (jadi ga perlu beli tiket lagi..)
- Anak dibawah 6 tahun yang di temani oleh pemegang Swiss Travel Pass , bisa ikut berpergian gratis (ini Aura niii,, gratissss)
Durasi Swiss Travel Pass yang tersedia adalah 3,4,8 dan 15 hari dengan harga yang berbeda-beda. Cara membeli Swiss Travel Pass ini sangat mudah. Aku memilih 3 days Swiss Travel Pass dengan harga 225 CHF atau sekitar Rp 3,5 juta per orang (setelah convert kurs dan biaya lainnya) untuk seat di kelas 2. Wah harganya memang lumayan mahal, tapi kalau kamu memang niat pergi multicity dan mengunjungi wisata gunung atau danau di Swiss, menggunakan Swiss Travel Pass akan menjadi pilihan. Untuk membeli Swiss Travell Pass ini bisa mengakses di website SBB CFF FFS.
Yang perlu diingat ketika menggunakan Swiss Travel Pass ini adalah kita wajib membawa Paspor/Copy Passpor saat bepergian menggunakan salah satu transportasi ini. Petugas pemeriksa tiket akan melakukan pencocokan nomor paspor pada travel pass dengan paspor yang turis pegang. Apabila saat pemeriksaan turis tidak membawa paspor/copy paspor dan hanya membawa travel pass, kamu akan diturunkan di stasiun terdekat dan diminta untuk mengambil paspor/copy paspor kamu. So,,, dont forget ya... Travel Pass ini tidak perlu di cetak, aku biasanya mendownload aplikasi SBB CFF FFS di handphone, jadi nanti tinggal tunjukan barcode tiket kita setiap ada pengecekan.
Transportasi Dalam Kota
London --> Selama dikota London aku menggunakan transportasi berupa bus dan kereta bawah tanah atau yang disebut tube. Untuk seluruh transportasi tsb (termasuk kereta antar kota) bisa menggunakan kartu pembayaran seperti emoney yang bernama Oyster Card. Dengan menggunakan kartu tsb kita bisa menggunakan berbagai mode transportasi. Pembayarannya dengan cara di tap seperti di busway atau kereta api yang ada di Indonesia. Pembelian Oyster Card bisa dilakukan di mesing-mesin otomatis di bandara atau distasiun kereta. Cara pembeliannya pun cukup mudah dengan menggunakan kartu kredit/kartu debit maupun dengan uang cash. Note : sama seperti emoney di Indonesia, akan kita akan dikenakan biaya kartu saat pertama kali membeli Oyster Card yaitu sebesar 5 pounds, namun nominal tsb bisa di redeem di akhir perjalanan (termasuk apabila masih terdapat saldo di kartu sebesar < 10 pounds). Aku menggunakan aplikasi City Mapper selama di London untuk mempermudah mengetahui jalur tube atau bus yang harus digunakan.
| Mesin untuk pembelian Oyster Card |
| Sibuk Top Up Oyster Card |
Edinburgh --> Selama di Edinburgh jujur aku tidak pernah menggunakan
transportasi seperti bus atau tram karena aku selalu berjalan kaki. Hal
tsb sangat dimungkinkan karena lokasi objek wisata di Edinburgh bisa
dijangkau dengan berjalan kaki. Tapi kalau kamu tidak ingin berjalan
kaki terdapat pilihan hop on hop off bus, bus dalam kota atau tram untuk
mengelilingi kota Edinburgh yang cantik.
Paris --> mirip seperti kota London transportasi utamaku selama di kota Paris adalah kereta bawah tanah atau yang disebut Metro Paris. Selain metro aku juga menggunakan bus dalam kota di Paris. Sebenarnya dari sisi kenyamanan, akan lebih nyaman menggunakan bus untuk mengelilingi kota Paris karena selama perjalanan kita bisa menikmati pemandangan kota Paris. Tapi menurutku jalur bus disana kurang efisien, sehingga aku lebih memilih menggunakan Metro. Tidak seperti London yang menggunakan uang elektronik untuk pembayaran tiket di Paris aku harus membeli tiket menggunakan uang cash atau kartu debit/kartu kredit tergantung dimana pembelian tiket dilakukan. Apabila pembelian tiket dilakukan di mesin otomatis, pembayaran bisa menggunakan uang cash. Apabila pembelian dilakukan di loket, petugas hanya menerima pembayaran menggunakan kartu
Paris --> mirip seperti kota London transportasi utamaku selama di kota Paris adalah kereta bawah tanah atau yang disebut Metro Paris. Selain metro aku juga menggunakan bus dalam kota di Paris. Sebenarnya dari sisi kenyamanan, akan lebih nyaman menggunakan bus untuk mengelilingi kota Paris karena selama perjalanan kita bisa menikmati pemandangan kota Paris. Tapi menurutku jalur bus disana kurang efisien, sehingga aku lebih memilih menggunakan Metro. Tidak seperti London yang menggunakan uang elektronik untuk pembayaran tiket di Paris aku harus membeli tiket menggunakan uang cash atau kartu debit/kartu kredit tergantung dimana pembelian tiket dilakukan. Apabila pembelian tiket dilakukan di mesin otomatis, pembayaran bisa menggunakan uang cash. Apabila pembelian dilakukan di loket, petugas hanya menerima pembayaran menggunakan kartu
PENGURUSAN DOKUMEN VISA
Dalam perjalanan kali ini aku harus mengurus 2 jenis visa yaitu :
- Visa UK
- Visa Schengen
Visa yang kedua di ajukan setelah Visa UK adalah Visa Schengen. Kali ini aku mengajukan Visa Schengen melalui negara Perancis. Tahun lalu aku mengajukan pengajuan Visa Schengen melalui Kedutaan Belanda. Apakah cara nya berbeda dengan tahun lalu ? Yes, jawabannya... karena pihak ke -3 yang ditunjuk kedutaan dalam pengurusan administrasi pengajuan Visa pun berbeda. Pengurusan administasi Visa Schengen untuk kedutaan Perancis diwaikili oleh TLS Contact Centre. Proses pengajuannya secara detail akan aku bahas dalam pembahasan tersendiri ya ..
![]() |
| Dokumen Passpor diserahkan dalam amplop dalam pengajuan Visa UK |
Biaya yang disiapkan dalam pengurusan Visa ini antara lain :
| Visa UK | Rp 1,9 jt |
| Visa Schengen | Rp 1,2 jt |
Selain biaya untuk pengajuan visa sendiri, kamu juga harus mempersiapkan biaya untuk dokumen pendukung lainnya yaitu Asuransi Perjalanan. Asuransi Perjalanan ini dipersyaratkan dalam pengajuan Visa Schengen. Aku biasanya membeli Smart Traveller AXA dari PT Asuransi AXA Indonesia karena proses nya yang mudah yaitu bisa dibeli secara online. Jadi tidak perlu datang ke kantor asuransi. Selain itu terdapat beberapa pilihan paket yang bisa dipilih sendiri tergantung kebutuhan kita. Aku memilih Traveller Single Trip Platinum Packagen (untuk family) karena nominal pertanggunan yang di tawarkan sudah memenuhi persyaratan dari TLS Contact. Selain itu PT Asuransi AXA juga termasuk perusahaan asuransi yang terdapat dalam list perusahaan asuransi yang di accept oleh Kedutaan Perancis (oh yes dear,, ada list perusahaan asuransinya , jadi jangan sembarangan beli asuransi sebelum lihat list nya ya...)
OBJEK WISATA + PHOTOGRAPHY
Dalam setiap perjalanan liburan, aku selalu berusaha memaksimalkan kunjungan ke tempat wisata yang free admission. Hehehe kenapa? selain penghematan, objek wisata di negara tujuanku yang free admission pun bagus-bagus dan biasanya juga merupakan Top list di negara tujuan .. ya walaupun ga semuanya misalnya di London ada Bigben (lagi renovasi si ga bisa liat apa-apa), Tower Bridge (bisa juga si masuk tapi aku biasanya foto dr jauh aja), London Eye (juga bisa si naik, kalau mau bayar 500 rb) atau ke Hyde Park. Jadi dari objek-objek wisata tsb masih bisa di atur agar bisa gratis saat kesan.
Untuk wisata berbayar yang memang sudah di niatkan dan diatur dalam itenary perjalanan juga ada misalnya Warner Bross Studio London The Making of Harry Potter (panjang bener judulnya) di London, Disneyland Paris di Paris atau Wisata Gunung Mt. Titlis di Swiss. Biasanya tiketnya sudah aku persiapkan sejak dr sini.
Informasi singkat tentang pembelian tiket objek wisata berbayar aku jabarkan sbb:
- Warner Bross Studio London The Making of Harry Potter
![]() |
| In Front of Warner Bross Studio Tour The Making of Harry Potter |
- Disneyland Paris
| Aura so happy being a princess |
- Mt Titlis Excursion
| Playing snow at Mt Titlis |
Photography
| Hasil Foto dari Frame a Trip |
Dalam hal photography, sejak awal aku sudah merencanakan untuk menyewa jasa fotogrefer lokal untuk mengabadikan momen liburanku. Maklum, pengalaman tahun lalu aku cukup kecewa dengan foto-foto libranku karena ga ada yang bagus. Padahal menurutku mengabadikan kenangan melalui foto cukup penting. Nah, untuk jasa fotografer lokal aku sengaja memilih Frame a Trip karena terdapat penawaran promo diskon yang cukup fantastis yaitu 50% off. Selain itu, jasa holiday photography service milik Dian Sastro ini memiliki portofolio yang cukup bagus di instagram mereka. Aku memilih 2 kota untuk melakukan proses pemotretan yaitu di London dan Paris. Kedua sesi tersebut menggunakan fotografer lokal yang ditentukan dari pihak Frame a Trip. Selanjutnya dari pihak fotografer akan menghubungi dan berdiskusi untuk menentukan lokasi foto yang diinginkan. Harga jasa Frame a Trip sebenarnya tergantung dari promosi yang kita dapat, pengalamanku untuk kota London sekitar Rp 3,7 jt dan Paris sekitar Rp 3,5 juta ( sale 50 % off) untuk sesi 2 jam di 2 lokasi dan mendapatkan 100 edited photo.
PERSIAPAN KEBERANGKATAN
Seperti tahun lalu aku selalu mempersiapkan kebutuhan perjalanan liburan dari jauh-jauh hari. Karena ini pengalaman liburan ke 2 yang lokasi dan waktunya hampir sama, aku tidak begitu repot dalam menentukan apa-apa yang harus aku bawa dalam perjalanan tersebut. Hal yang aku siapkan dari jauh-jauh hari adalah sewa travelling stroller untuk Aura. Buatku bawa stroller itu wajib selama kita masih membawa toddler karena aku harus memastikan bahwa Aura bisa tidur siang sesuai jadwal hariannya dan karna bawaan kami juga sudah banyak jadi tidak akan mungkin bisa menggendong Aura kemana-mana. Hal tersebut membuat kami kami mengajarkan Aura untuk bisa duduk di stroller selama diperlukan. Aku sewa stroller merk Baby Zen Yoyo dari Toiss id karena sudah terbukti bahwa stroller merk ini sangat cocok untuk travelling. Ringan, kokoh, cabin approved dan lebar stroller ini bener-bener pas di pintu tube London atau metro Paris. Stroller ini bahwa bisa dibawa sampai ke gunung salju di Swiss. Sekarang memang banyak jasa penyewaan peralatan travelling seperti stroller, gendongan dll sehingga kita tidak perlu repot membeli. Aku sewa stroller selama 2 minggu dengan biaya sekitar Rp 500 rb. Note : harus benar-benar teliti dan hati-hati ya kalau kita menyewa stroller. Dari pengalamanku karena kurangnya ketelitian, aku menghilangkan cover stroller baby zen yoyo sehingga harus ganti yang baru. Harga ganti cover nya bahkan hampir sama dgn harga sewa. So be carefull ya guys...
| Baby Zen Yoyo Stroller're so handy |
Barang lain yang aku sewa untuk travelling ini adalah modem reuter wifi. Modem reuter ini aku sewa dari Java Mifi. Menurutku koneksi internet yang unlimited merupakan suatu kewajiban buatku selama perjalanan ini karena aku dan suami sangat bergantung dengan internet dalam segala hal. Untuk menentukan arah jalan, mengetahui jadwal kereta sampai mencari restaurant halal terdekat semuanya browsing di internet. Menurutku menggunakan modem reuter wifi juga lebih simple ketimbang harus membeli kartu telekomunikasi lokal dan penggunaan modem memudahkan sharing dengan handphone suami, jadi bisa dipakai beberapa orang sekaligus. Aku memilih paket unlimited tanpa limit kuota selama 2 minggu dengan harga sewa sekitar Rp 2 juta. Pengalamanku menggunakan wifi dari Java Mifi secara umum lancar hanya sempat terkendala saat di London selama beberapa hari sehingga aku ga bisa connect internet. Tapi tim Java Mifi secara responsive membantu problem solving sehingga selama sisa perjalanan, koneksi internetku sangat lancar.
Hal lain yang aku persiapkan selanjutnya adalah menentukan barang apa saja yang akan aku bawa. Aku berangkat liburan pada musim autumn awal, maka pakaian yang aku bawa juga harus disesuaikan dengan kondisi udara disana. Karena hanya membawa 2 koper besar, maka aku hanya mengalokasikan 1 koper besar untuk seluruh pakaian keluarga. Aku dan Aura secara khusus membawa banyak coat supaya bisa terlihat berbeda di foto kami. Hehehe,, kalau suami ku hanya dapat jatah membawa 2 coat. Tipe coat yang dibawa yaitu dari bahan woll dan bulu angsa khusus untuk main salju di Swiss. Sebagai upaya meminimalkan barang bawaan, kami lebih memilih menggunakan heatech dari Uniqlo sebagai pakaian dasar (bahannya tipi sehingga tidak memakan banyak ruang di koper). Karena di bulan Oktober suhu udara di London, Edinburgh dan Swiss cukup rendah jadi harus menggunakan heatech terlebih dahulu sebelum baju lainnya. Kebetulan saat kami kesana kota Paris sedang panas-panas nya jadi kami agak saltum ketika ada di Paris. Selain pakaian, aku juga membawa peralatan memasak dan makanan sendiri misalnya membawa mini rice cooker dan beras. Kenapa? Yaaa agar lebih praktis dan hemat tentunya... karena aku ga bisa setiap saat makan diluar sehingga membawa peralatan tsb termasuk penting bagi kami. Tapi sedihnya baru 3 hari digunakan mini rice cooker ku rusak di London (akan diceritakan selanjtunya), sehingga aku merubah pola makan selama sisa perjalananku.
Packing list yang aku siapkan untuk 14 hari perjalanan ke 4 negara bisa di download di daftar packing list.
....













No Comments Yet, Leave Yours!