LONDON - EUROPE TRIP WITH KID : DAY 1-3

Sunday, November 18, 2018




My dream come true


Menyambung postingan sebelumnya tentang perjalanan liburanku ke London - Europe, kali ini aku mau sharing detail perjalananku selama 14 hari tersebut. Seperti tahun sebelumnya, aku membuat detil perencanaan itenary dalam setiap hari perjalananku dalam tabel kegiatan harian. Hal ini membuatku lebih mudah dalam menentukan semua jadwal kegiatanku dan suami setiap harinya. 

Day 1 (Rabu, 3 Oktober 2018)

Sesuai jadwal keberangkatan tiketku, aku berangkat ke Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 19.00 malam. Karena pesawat yang aku tumpangi akan berangkat pukul 00.40 pagi, maka check in counter Qatar Airways biasanya baru buka pada jam 21.00 malam.  Sebenarnya Qatar Airways menyediakan web check in, tapi karna aku membawa 2 koper besar rasanya kok ga pede mau web check in. Tapi seharusnya dengan fasilitas web check ini akan lebih memudahkan kita sebagai penumpang. Mungkin next time aku akan mencoba proses tersebut. Karena pada hari ini aku dan suami masih kerja, jadi kami janjian bertemu di bandara agar lebih efisien dalam hal waktu. 

Jam KegiatanHow to get there
19.00Ke Bandara Soekarno Hatta Mobil Pribadi
21.00Check in 
00.40 -05.05Perjalanan Jkt - Doha Qatar Airway



Ready to fly
Proses check in Qatar Airways sama dengan maskapai lainnya. Kita harus menyiapkan tiket dan pasport pada saat check in. Bagasi yang aku dapatkan dalam penerbangan ini adalah 30 kg/orang. Kali ini stroller Baby Zen Yoyo yang aku sewa sengaja aku masukan ke bagasi juga karena Aura tidak begitu memerlukan stoller dalam penerbangan ini. Pada saat aku memasukan stroller ke bagasi dari pihak maskapai Qatar Airways menginformasikan bahwa Qatar bisa menyediakan stroller bandara apabila aku membutuhkan selama proses peberbangan dan transit. Tapi pada akhirnya aku tidak menggunakan fasilitas tsb. Setelah proses check in dan imigrasi, tepat pukul 00.40 kami memasuki pesawat untuk penerbangan QR 955 dengan tipe pesawat Boeing 787-8. Seperti biasa aku diperbolehkan masuk ke pesawat terlebih dahulu (bersamaan dengan kelas bisnis) karena ada prioritas untuk keluarga yang membaya bayi.  





Aku sengaja memilih posisi kursi didepan dalam pesawat. Sebenarnya ingin sekali mendapat kursi paling depan seperti tahun lalu, namun kursi tsb hanya dikhususkan untuk penumpang yang membawa bayi dan ingin menggunakan fasilitas Bassinet. Aura sudah hampir 3 tahun sehingga tidak bisa lagi menggunakan Bassinet. Buat kamu yang tidak tahu Bassinet itu apa dan bagaimana cara memesannya, bisa cek di postingan aku sebelumnya tentang "Pengalaman Long Haul Flight dengan baby". Akhirnya aku mendapatkan kursi urutan ke 2 dari depan pada kelas ekonomi. Kursi ini sudah aku booking terlebih dahulu di website Qatar Airways menggunakan menu Manage Booking. 

Kursi kelas ekonomi Qatar Airways menurutku sudah cukup nyaman untuk penerbangan 8 jam kali ini. Apalagi Aura sudah memiliki kursi sendiri sehingga aku, suami dan Aura full berada dalam 1 baris. Selain itu aku bisa menaikan pembatas antar kursi dan membuat ruang duduk yang cukup luas. Aura juga bisa berbaring selama perjalanan. Penerbangan pertama ini ditempuh selama kurang lebih 8 jam dengan tujuan Bandara Hamad Internasional di Doha. Selama perjalanan kami mendapatkan 2 kali makan yaitu makan malam dan sarapan. Kami juga disediakan starter kit yang telah tersedia di kursi setiap penumpang yang isinya adalah selimut, sikat gigi, kaos kaki dan penutup mata. Aura juga mendapatkan boneka kambing khas  Qatar Airways dan satu set tas yang isinya alat mewarnai.

Sesampainya di bandara Hamad Internasional, aku hanya memiliki waktu sekitar 2 jam untuk transit sebelum jadwal pesawat ke London. Ternyata waktu 2 jam cukup pendek untuk seluruh proses transit dari turun pesawat, melewati x-ray sampai mencari gate keberangkatan berikutnya. Aku dan rombongan cukup buru-buru dan tidak sempat melihat keadaan bandara Hamad Internasional. Kami hanya sempat foto 1 kali didepan icon bandara ini yaitu boneka kelinci kuning raksasa. Keuntunganku adalah aku sudah pernah ke bandara ini tahun lalu sehingga cukup membantu untuk mengetahui gate mana yang kami tuju.


Day 2 (Kamis, 4 Oktober 2018)

Penerbangan kedua ku adalah QR007 dengan tipe pesawat Boeing 777-300ER. Kalau buat aku yang memang kurang mengerti tipe-tipe pesawat, secara interior pesawatnya hampir sama dengan pesawat sebelumnya. Lama perjalanan juga hampir sama dengan penerbangan sebelumnya yaitu selama 8 jam. Selama dipesawat Aura senang sekali dan jarang ngambek. Yaa ada saatnya dia crancky tapi secara overall Aura sangat menikmati penerbangan tsb. Kunci nya adalah membuat Aura sibuk dan kenyang. Sediakan camilan, susu ultra dan menonton film kartun selama perjalanan.


Jam
Kegiatan
How to get there
00.40-05.05
Perjalanan Jkt - Doha

05.05 - 06.35
Transit di Bandara Hamad Internasional

06.35-12.00
Perjalanan Doha-London

12:00
Tiba di Bandara Heathrow

12.00-12.35
Keluar dari pesawat, proses imigrasi

13.00-13.30
Perjalan ke Hotel Westbury Hotel
Tube to Earls Court
13.30-14.30
Check in , Mandi dan Makan Siang

15:00
Sherlock Holmes Museum
Tube to Baker Street

Sherlock Holmes Statue

19:00
Saint Jhon Woods
Tube
20.00
Istirahat Hotel


Sekitar jam 12.00 siang waktu setempat, pesawat yang aku tumpangi mendarat di Bandara Heathrow London. Bandara Heathrow sendiri tidak berada di pusat kota London. Udara di London saat itu cukup sejuk namun belum terlalu dingin menurutku sehingga satu lapis coat sudah cukup digunakan. Aku mendapat informasi unik ketika aku melewati imigrasi UK setelah turun dari pesawat. Saat itu petugas imigrasinya merupakan perempuan setengah baya yang sangat ramah. Seperti biasa, petugas imigrasi menanyakan beberapa hal kepada ku dan suami seperti berapa lama tinggal di London, rencana pergi ke mana saja, tinggal di hotel apa, kapan akan pulang ke Indo, naik transportasi apa. Setelah mengetahui bahwa aku hanya akan stay selama 7 hari di London, petugas tsb menginformasikan bahwa aku seharusnya tidak perlu mengurus Visa UK karna aku bisa masuk ke London tanpa Visa tsb. Aku cukup kaget setelah mendengar informasi tsb. Aku masih berusaha mencari detil informasi terkait hal tsb sampai sekarang, namun belum mendapatkan informasi lebih jelas ttg hal tsb.

Halo London


Tujuanku selanjutnya adalah menuju Westbury Hotel yang berada di daerah Chelsy. Aku memutuskan untuk menggunakan transportasi Tube yang bisa diakses langsung dari Bandari Heathrow (ada di terminal 3 dan 4). Sebelum menggunakan Tube, jangan lupa membeli Oyster Card di vending machine didepan gerbang tube. Untuk pembelian perdana aku sengaja mengisi 30 Pounds untuk masing-masing Oyster Card yang kami beli. Tapi tidak perlu khawatir, Oyster Card ini bisa di redeem di akhir perjalanan apabila masih tersedia saldo di bawah 10 Pounds. Oh ya untuk lebih memudahkan perjalanan selama di London, aku langsung menggunakan aplikasi City Mapper. Tube dapat diakses dari Terminal & 3 dan Terminal 4 Bandara Heathrow London, kamu hanya tinggal mengikuti papan penujuk arah. Stasiun tube berada di underground, jadi kamu harus mencari lift untuk menuju underground. Aku menaiki line Picadilly yang menuju ke Earls Court stasiun yang ditempuh dalam waktu 39 menit yang melewati 13 stop.



Pengalaman naik tube pertama kali ini cukup menyenangkan. Kebetulan karna kami datang pada siang hari dan merupakan hari kerja, kondisi tube tidak begitu ramai sehingga memudahkan kami yang membawa banyak koper dan anak kecil. Selanjutnya kami turun tepat di stasiun Earls Court. Dari stasiun menuju Westbury Hotel ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 5 menit. Earls Court ini menurutku merupakan stasiun yang cukup nyaman karena tersedia lift dan lokasi sekitarnya ramai sekali. Banyak restoran dan toko-toko yang menarik untuk dikunjungi. Setelah sampai di Westbury Hotel kami sudah ditunggu Mba Nur, sahabatnya temanku yang memang tinggal di Inggris tepatnya di kota Leeds. Kami langsung menuju resepsionis untuk proses check in. Wah resepsionisnya baik dan ramah sekali. Proses check in menjadi sangat mudah dan kami segera menuju kamar untuk beristirahat sejenak sebelum memulai petulangan di London.

Setelah mandi, makan dan beristirahat sejenak, kami langsung bersiap-siap untuk mengikuti jadwal kegiatan yang sudah disusu sebelumnya yaitu menuju Sherlock Holmes Museum dan Saint Jhon Woods. Kalau Sherlock Holmes museum ini memang merupakan alasan utama aku ingin sekali ke London. Karena aku sangat nge-fans dan suka sekali dengan tokoh detektif fiktif ini sejak SMA. Jadi sejak bertahun-tahun lalu aku bermimpi untuk bisa ke tempat ini. One of my bucketlist, my dream.
Aku mau cerita sedikit tentang mimpi ini. Jadi 6 tahun yang lalu, salah satu temanku yang sedang kuliah di London aku mintai tolong untuk foto membawa namaku di depan museum ini. Sejak saat ini aku terus berdoa semoga aku bisa ke museum Sherlock Holmes. Aku sampai menulis keinginan ini disetiap surat yang aku titip apabila ada teman atau keluarga yang umroh. Akhirnya, setelah 6 tahun bersabar, keinginan itu bisa tercapai hari ini. Waaah dreams do come true lho..

Untuk menuju Sherlock Holmes Museum aku memilih menggunakan tube dari Earls Court menuju Baker Street Stasiun. Rute yang bisa ditempuh untuk menuju Baker Street menggunakan tube sbb :
  • Pilih Line District (warna hijau ) lalu turun di stasiun High Street Kensington (1 stop)
  • Ganti jalur menggunakan Line Circle (warna kuning) menuju Baker Street (5 stop)


Siluet Sherlock Holmes di Baker Street Station


Setelah turun di Stasiun Baker Street jangan lupa untuk foto dengan siluet Sharlock Holmes yang ada di dinding stasiun. Waah, aku makin deg-degan setelah turun stasiun Baker Street. Selanjutnya aku langsung menuju 221B Baker Street, yang tidak begitu jauh dari stasiun tube. Untuk arah jalan jangan lupa menggunakan google maps ya.. Setelah berjalan sekitar 5 menit aku sudah melihat dari sebrang jalan gedung dengan pintu unik yang sudah sangat aku kenal, ramai akan antrian pengunjung. Itu dia, Sherlock Holmes Museum.


Penjaga Museum Sherlock Holmes


Sherlock Holmes Museum merupakan rumah dari deketif fiktif terkenal Shelock Holmes yang ditulis oleh Sir Artur Conan Doyle. Menurut cerita yang ditulis, sang detektif dan sahabat nya Dr Watson tinggal di alamat tersebut. Museum buka dari jam 09.30 sd 18.00 waktu setempat. Harga tiket masuk per orangnya 15 Pounds untuk dewasa dan 10 Pounds untuk anak-anak. Karena antrian yang begitu panjang dan ramai saat aku tiba disana, aku tidak jadi masuk ke museum. Akhirnya aku hanya berfoto didepan gedung dan belanja di toko souvenir nya saja. Aura juga sudah tidak betah lama-lama disana karena suasana nya sangat ramai. Di toko souvenir nya aku membeli beberapa oleh-oleh yang akan selalu mengingatkan aku tentang kunjungan ini.

Setelah puas mengunjungi depan Museum Sherlock Holmes dimana waktu sudah menunjukan pukul 17.00, aku dan rombongan segera menuju ke Saint Jhon Woods untuk berfoto ala-ala The Beetles di Abbey Road Crossing. Sayang kan sudah sampai London jauh-jauh tapi ga foto disini. Dari Baker Street aku kembali menggunakan tube. Sesampainya disana aku cukup kaget karena jalan yang dimaksud benar-benar jalan aktif yang dilalui oleh kendaraaan. Di lokasi tersebut sudah banyak turis yang mencoba foto sambil melewati zebra cross. Ada yang sampai nekat foto selagi banyak kendaraan melintas. Tapi sepertinya warga London sudah memahami hasrat para turis untuk bisa berfoto disini sehingga pengendara mobil dengan sabar berhenti dan memberikan kesempatan kami untuk berfoto. Aku sempat mencoba beberapa kali untuk berfoto tapi sempat deg-degan juga karena takut tertabrak.

Setelah selesai berfoto, kami sudah cukup kelelahan dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri petualangan hari itu dan kembali ke hotel. 


Day 3 (Jum'at, 5 Oktober 2018)


Jam
Kegiatan
How To get there
05.00-07.00
Mandi, Sholat, Makan Pagi

7:30
City Tour :
By foot

- Natural History Museum


- Science Museum


- Hyde Park

10.30-11.00
Perjalanan ke London Euston
Tube
11.34-11.54
London Euston - Watford Junction by Train
direct train : London Euston - Watford Junction (by National Rail))
12.00-12.20
Watford Junction - Warner Bross Studio by Bus
Mullany's Coaches Bus (setiap 20 menit)
12:20
Tukar tiket di loket

1.30-17.00
Warner Bross Tour


Warner Bross Studio - Watford Junction by Bus

18.19 - 18.41/18.27-18.45
Watford Juction - London Euston by train

19.00
Oxford Street - Primark


Pulang ke Hotel dan Istirahat



Hari ini aku dan rombongan mengawali petualangan kami pagi-pagi sekali. Maklum selain masih jet-lag karena perbedaan waktu, aku sudah ga sabar banget ingin segera memulai kegiatan hari ini. Pagi ini saya sudah masak nasi dan siap-siap bawa bekal takut kalau nanti ga bisa ketemu makanan halal. Sengaja juga supaya punya banyak energi untuk hari ini jadi harus makan nasi.

Niat kami ingin segera mulai petualangan di jam 7.30 pagi, namun ternyata Subuh di London baru sekitar jam 6 pagi, jadinya kebayangkan kalau mau keluar jam 7.30, langitnya masih gelap. Akhirnya kami baru keluar sekitar jam 9an. Pagi ini aku dan rombongan berencana akan berjalan kaki menyusuri lokasi yang dekat dengan hotel kami yaitu dengan rute Westbury Hotel - Cromwell Rd - Exhibition Rd - Hyde Park. Pemberhentian pertama kami pagi ini adalah gedung Natural History Museum. Karena masih pagi sekali jadi museum nya belum buka. Aku hanya bisa foto-foto dipinggir jalan besarnya saja. Perjalanan dari hotel kami sekitar 15 menit berjalan kaki. Wah tapi karena masih pagi jadi masih segar dan sepi.



Dari gedung Natural History Museum kami melanjutnya ke Exhibition Road yang sebenarnya banyak sekali objek wisata yang bisa di kunjungi. Ada science museum, Victoria dan Albert Museum kami juga melewati London Imperial College dan sempat berfoto. Namun karena masih pagi ya semua nya masih tutup sehingga kami belum bisa masuk. Akhirnya kami memutuskan untuk menuju ke Hyde Park . Jarak gerbang hyde park lumayan dekat, hanya berjalan 30-45 menit dari Natural History Museum. Sebenarnya lebih cepat apabila naik sepeda tapi karena sepeda yang disewakan di pinggir jalan tidak menyediakan tempat duduk untuk anak kami jadi tidak bisa menggunakannya. Setelah sampai di Hyde Park spontan langsung Aura berlari ke rumput. Seneng sekali dia, apalagi banyak daun mulai berguguran karena sudah masuk Autunm. Nyaman banget Hyde Park ini, betah banget disini sambil duduk dan baca buku didukung udara yang dingin. Aaah seandainya di Jakarta ada taman seperti ini, senang sekali rasanya.






Karena waktu masih ada sebelum kami menuju London Euston, kami memutuskan untuk mengunjungi Kensington Pallace yang ternyata dekat sekali dengan Hyde Park. Walaupun hanya untuk foto didepannya rasanya sudah senang sekali. Yang menarik adalah danau yang penuh dengan angsa didepan Kensington Pallace. Aura suka sekali disini, tapi tetap harus hati-hati ya karena angsanya memang dbiarkan liar jadinya bisa agresif menyerang. Setelah puas berfoto dengan angsa, kami segera bergegas menuju stasiun tube terdekat. Namun hal tidak terduga terjadi saat itu. Stasiun tube terdekat kami ditutup sementara karena pekerja tube sedang demo. Seketika aku panik dan bingung harus naik transportasi apa. Memang, dalam perjalanan kita harus siap untuk segala kondisi. Problem - Solving, akhirnya kami mencoba peruntungan untuk berjalan kaki ke stasiun tube terdekat lainnya sambil berharap stasiun tsb tidak ditutup karena demo. Dan yes, Alhamdulillah ternyata hanya beberapa stasiun tutup. Akhirnya kami bisa naik tube ke Euston Square dan dilanjutkan berjalan kaki ke Stasiun London Euston.






Tujuan utamaku hari ini adalah mengunjungi Warner Bross Studio Tour London, The Making of Harry Potter. Lokasi studio ini tidak terletak di pusat kota London melainkan di Leavesden. Warner Bross Studio ini semacam studio exhibition  besar tempat syutingnya film Harry Potter. Jadi disini kita akan ditunjukan semua property dan setting location dalam pembuatan fil Harry Potter. Sebagai fans berat Harry Potter, aku sangat exited untuk kesini. Lokasi Warner Bross bisa dicapai menggunakan beberapa mode transportasi misalnya kereta api, bus atau shuttle khusus dari bandara. Aku memilih menggunakan kereta api dengan rute :



London Euston - Watford Junction --> National rail selama 20 menit
Watford Juction - Warner Bross Studio --> Shuttle bus Mullany's Coaches selama 15 menit








Spot Foto Platform 9 3/4


Untuk waktu kunjungan ke Warner Briss Studio harus disesuaikan dengan jadwal yang sudah dipilih saat pembelian tiket agar ga terlalu lama menunggu. Durasi kunjungan berkisar antara 2 sd 3 jam untuk menikmati seluruh lokasi di studio.

Setelah itu kami kembali ke London dan langsung menuju ke Oxford Street untuk belanja di Primark. Suasana malam di Oxford Street sangat ramai. Setelah puas berbelanja segala pernak pernik di Primark kami memutuskan untuk istirahat pulang ke hotel.




No Comments Yet, Leave Yours!